Model Matematika Penyebaran Penyakit Demam Chikungunya Dengan Dua Jenis Nyamuk Ades (Aedes aegepty dan Aedes albopictus)

  • Farida Amanati UIN Sunan Kalijaga
  • Muhammad Wakhid Musthofa UIN Sunan Kalijaga
Keywords: Demam chikungunya, model matematika, basic reproduction ratio, titik ekuilibrium, kriteria Routh-Hurwitz

Abstract

Demam Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegepty dan  Aedes Albopictus. Pengobatan untuk demam Chikungunya hanya dengan pengobatan secara simptomatik yaitu hanya mengurangi gejalanya saja seperti penurun panas, gejala nyeri sendi. Dalam tulisan ini mempelajari tentang model matematika penyebaran virus Chikungunya dengan dua jenis Nyamuk Aedes pembawa virus Chikungunya berdasarkan asumsi–asumsi yang telah dibuat. Dalam model ini dihasilkan titik ekulibrium bebas penyakit dan endenik, basic reproduction ratio, dan analisis kestabilan model di sekitar titik ekuilibrium. Kestabilan titik ekuilibrium dijelaskan secaraanalisis dengan menggunakan kriteria Routh-Hurwitz. Simulasi diberikan sebagai bentuk pendekatan model terhadap nilai–nilai parameter yang diberikan.

Author Biographies

Farida Amanati, UIN Sunan Kalijaga

Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi

Muhammad Wakhid Musthofa, UIN Sunan Kalijaga

Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi

References

[1] Anton, H. 2004. Aljabar Linear Elementer, Edisi Kedelapan. Jakarta : Erlangga
[2] Depkes RI. 2003. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue. Jakarta : Depkes RI. (http://www.depkes.go.id), diakses pada 10 Oktober 2015
[3] Depkes RI. 2008. Chikungunya Tidak Menyebabkan Kematian atau Kelumpuhan. Jakarta: Depkes RI. (http://www.depkes.go.id), diakses pada 10 Oktober 2015.
[4] Driessche Van den .P Watmough. 2002. Reproduction numbers and sub-threshold endemic equilibria for compartemental models of disease transmission vol: 29- 48. Canada: Elseiver (Mathematical Biosciences).
[5] Joko P, M Kharis, Wuryanto. 2012. Model Matematika pada Penyakit Chikungunya dengan Menggunakan Treatment pada Individu yang Sakit. Semarang: UNNES Juornal of Mathematics.
[6] Naowarat Surapol, Ming. I Tang. 2013. Transmission Model Of Chikungunya FeverIn The Presence Of Two Species Of Aedes Mosquitoes. USA: Science Publication.
[7] Olsder G.J,Van Der Woude. 1994. Mathematical System Theory. Belanda: Deflt University Press
[8] Perko,Lawrwnce. 2001. Differential Equations and Dynamical Systems. NewYork: Springer-Verlag
[9] Purcell, Varberg. 2008. Kalkulus Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
[10] Ross, Shepley. L. 1984. Introduction to Ordionary Differential Equations. USA: John Wiley and Sons.
[11] Santoso, Fitri. 2011. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Chikungunya di wilayah Kerja Puskesmas Gunungpati Kota Semarang Tahun 2010. Semarang: UNNES.
[12] Suharto. 2003. Chikungunya Pada Orang Dewasa. Surabaya: Airlangga University Press.
[13] Suriptiastuti. 2007. Re-emergence of Chikungunya Epidemilogy and Roles of Vektor in Tranmission of The Disease [Vol 26 - No,2]. Universitas Trisakti: Universa Mecina.
[14] Sutimin, Widowati. 2007. Bahan Ajar Pemodelan Matematika. Semarang: UNDIP
Published
2017-10-25
Section
Articles